19 November 2020

Memahami Manajemen Portofolio


Sebelum mengeksplorasi lebih jauh tentang Manajemen Portofolio, perlu sekali memahami pengertiannya terlebih dahulu. Manajemen Portofolio terdiri dari dua suku kata yaitu Manajemen dan Portofolio. Manajemen adalah kegiatan mengelola sumber daya mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pengarahan sampai pengendalian untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Dan Portofolio adalah gabungan berbagai macam aset investasi. Jadi, Manajemen Portofolio adalah kegiatan mengelola sumber daya finansial yang dimiliki untuk ditempatkan pada beragam instrumen aset investasi yang memberikan tingkat keuntungan maksimal dan tingkat risiko kerugian terkecil.

Investasi yang dilakukan pada beragam aset atau instrumen investasi seperti saham, deposito, obligasi, valuta asing, reksa dana, properti, dan lain-lain butuh sebuah sentuhan yang bernama Manajemen Portofolio. Fungsi dan tujuan Manajemen Portofolio dalam dunia investasi adalah untuk mengatur dan mengelola sumber daya finansial yang tersedia agar bisa fokus, terarah dan maksimal dalam menghasilkan pendapatan dari kebijakan penempatan dana pada beragam instrumen investasi yang dilakukan.

Manajemen Portofolio diibaratkan dengan strategi diversifikasi yaitu menempatkan sejumlah uang pada berbagai aset investasi dengan maksud untuk memperkecil risiko kerugian sekaligus memaksimalkan potensi keuntungan yang akan diperoleh. Oleh karena itu, antara manajemen portofolio dan strategi diversifikasi merupakan satu kesatuan yang utuh seperti dua sisi mata uang yang sama.

Manajemen Portofolio memudahkan pemodal untuk mengalokasikan dana pada beragam instrumen investasi, menghitung potensi keuntungan dan kerugian pada masing-masing aset investasi, dan menentukan waktu yang tepat untuk membeli atau menjual suatu aset investasi. Kenapa perlu sekali manajemen portofolio, karena setiap instrumen investasi memiliki karakteristik yang berbeda-beda sehingga membutuhkan treatment atau perlakuan yang berbeda-beda pula.

Manajemen Portofolio mengharuskan investor untuk menghitung berapa banyak dana yang dimiliki untuk bisa diinvestasikan, mematok jumlah alokasi dana pada masing-masing aset investasi, menentukan jenis instrumen investasi yang akan dipilih, membuat manajemen waktu untuk membeli atau menjual aset investasi, dan menghitung potensi keuntungan atau kerugian.

Manajemen Portofolio yang bagus di samping menjalankan strategi diversifikasi yang tepat juga harus mempunyai keahlian dalam melakukan analisis teknikal dan analisis fundamental suatu efek. Hal tersebut harus dipahami baik oleh investor yang mengelola sendiri investasinya maupun Manajer Investasi sebagai pihak yang diberikan kepercayaan untuk mengelola dana para investor. (Baca juga artikel Cara Analisis Teknikal Efek dan Cara Analisis Fundamental Efek di Blog ini)

Untuk lebih jelasnya berikut diberikan contoh ilustrasi penerapan manajemen portofolio investasi. Misalnya Bapak Budi sebagai investor perseorangan mempunyai dana sebesar IDR5 milyar untuk diinvestasikan. Kemudian, Bapak Budi mulai menerapkan Manajemen Portofolio investasi berupa menentukan instrumen atau aset investasi yang akan dipilih, mengalokasikan dana pada masing-masing instrumen investasi yang dipilih, menghitung potensi keuntungan dan kerugian dari setiap aset investasi yang dipilih, dan menentukan kapan waktu yang tepat untuk membeli atau menjual aset investasi.

Bapak Budi memutuskan produk investasi yang akan dipilih antara lain deposito, saham, dan reksa dana. Dari dana IDR5 milyar yang dimiliki, Bapak Budi akan mengalokasikan dana masing-masing untuk Deposito sebesar IDR2 milyar, Saham sebesar IDR1 milyar, dan Reksa Dana sebesar IDR2 milyar. Kemudian, Bapak Budi mencoba melakukan analisis teknikal dan analisis fundamental pada beragam aset atau instrumen investasi yang sudah dipilih tadi.

Bapak Budi tentu membutuhkan waktu mungkin sekitar 1 bulan dalam melakukan analisis teknikal dan analisis fundamental pada beragam aset yang sudah dipilih tadi. Kenapa sampai sebulan karena Bapak Budi melakukan investasi seorang diri terutama pada instrumen investasi saham dan deposito. Khusus untuk reksa dana, Bapak Budi akan dibantu oleh Manajer Investasi.

Setelah melakukan analisis teknikal dan analisis fundamental pada efek Saham dan Deposito, Bapak Budi memutuskan memilih produk Saham emiten ABCD dan emiten WXYZ, dan produk Deposito di Bank CDE (hanya ilustrasi). Untuk produk reksa dana, Bapak Budi memutuskan untuk memilih Manajer Investasi yang berizin resmi dari otoritas terkait dan memiliki dana kelolaan atau Asset Under Management (AUM) terbesar yaitu PT Rindu Sejahtera Sedunia (hanya ilustrasi).

Untuk waktu pembelian atau penjualan efek Saham, Bapak Budi sudah menentukan tanggal transaksinya dengan mempertimbangkan hasil analisis fundamental dan analisis teknikal saham yang sudah dan akan dilakukan. Untuk Deposito, Bapak Budi memutuskan untuk investasi di awal bulan pada Deposito Berjangka 3 bulan. Khusus untuk reksa dana, Bapak Budi menyerahkan sepenuhnya kebijakan investasi kepada Manajer Investasi yang sudah dipilih.

Demikianlah penjelasan tentang memahami manajemen portofolio sehingga bisa memberi gambaran bagi investor yang ingin memutar uangnya pada beragam produk investasi baik di pasar uang maupun pasar modal. Dengan membekali diri dengan Manajemen Portofolio yang bagus, investor dapat memaksimalkan keuntungan dari sumber daya finansial yang dimiliki sekaligus memperkecil risiko kerugian yang akan diderita.

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon