02 September 2020

Kenali Praktik Goreng Saham


Dalam dunia investasi pasar modal, para investor yang berburu cuan dari selisih bid (harga beli) dan offer (harga jual) akan sulit mendeteksi apakah suatu saham yang tercatat di pasar modal termasuk kategori saham gorengan atau tidak. Apakah pergerakan harga saham yang terjadi lebih dikarenakan alasan teknikal atau fundamental. Hal tersebut harus menjadi dasar analisis bagi investor sebelum melakukan investasi pada saham emiten. Dengan begitu cuan atau untung yang diperoleh benar-benar uang yang diperoleh secara sehat.

Salah satu ciri paling utama dalam praktik goreng saham adalah saham emiten tersebut memiliki fundamental dan kinerja keuangan tidak bagus tapi harga saham tiba-tiba meroket secara singkat dan lalu turun tajam dalam waktu singkat pula. Jadi ada korelasi negatif antara fundamental keuangan dengan harga saham emiten. Tingkat antrean beli maupun jual relatif sepi karena saham emiten tersebut kurang dilirik investor.

Ada dua fase utama dalam praktik goreng saham yaitu fase akumulasi dan fase distribusi. Pada fase akumulasi, Bandar berusaha mengumpulkan informasi saham emiten yang menjadi target untuk digoreng. Yang bertindak sebagai bandar di sini bisa dari manajer investasi, investor berdana besar, broker atau pialang, dan emiten itu sendiri. Tujuan praktik goreng saham adalah mendapat pendanaan besar dalam waktu singkat dan keuntungan besar dalam waktu singkat. 

Setelah fase pertama selesai maka pelaku praktik goreng saham akan mendistribusi hasil saham gorengan secara cepat di lantai bursa dengan tujuan agar tidak terdeteksi oleh otoritas bursa. Jelas sekali ada semacam mafia yang beraksi di pasar modal. Namun, di sini yang untung hanyalah bandar sedangkan investor ritel justru yang mengalami kerugian akibat ulah bandar praktik goreng saham tersebut.

Cara mudah mengenali saham gorengan adalah secara fundamental dan kinerja keuangan perusahaan emiten tersebut tidaklah bagus, volume perdagangan rendah dan cenderung stagnan, dan terjadi kenaikan harga saham dalam jumlah besar secara tiba-tiba dan hanya berlangsung sesaat. Beberapa hal tersebut patut dipahami oleh investor terutama investor pemula.

Yang jelas pelaku praktik goreng saham di pasar modal adalah seseorang yang sudah advance di dunia investasi pasar modal. Adanya order untuk praktik goreng saham dan lemahnya pengawasan lembaga terkait turut menjadi andil bagi suburnya praktik goreng saham di tanah air. Praktik goreng saham cenderung kurang terdeteksi di pasar modal. Bahkan lembaga Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pun menyampaikan praktik goreng saham tidak bisa dihilangkan sampai 100%.

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon