23 Agustus 2020

Mengenal Stock Split Saham


Pasar modal merupakan salah satu wadah perusahaan mencari tambahan modal. Bursa Efek Indonesia merupakan pasar modal yang memperdagangkan saham emiten yang dilepas ke publik. Umumnya jumlah lembar saham yang dilepas ke publik melalui lantai bursa hanya kecil jumlahnya, mengingat sudah ada pemegang saham pengendali perusahaan emiten.

Tersedia banyak strategi investasi yang bisa diambil perusahaan emiten seperti stock split dan buyback saham. Stock split adalah strategi investasi yang dilakukan perusahaan emiten dengan cara memecah lembar saham menjadi lebih banyak sehingga dapat menurunkan harga saham secara wajar sesuai rasio stock split yang diinginkan (1:X) tanpa mengubah total kapitalisasi pasar saham emiten tersebut.

Beberapa perusahaan yang melakukan stock split saham adalah PT Unilever Indonesia Tbk, Bank Rakyat Indonesia Tbk, PT Sat Nusapersada Tbk, dan lain-lain. Dalam setahun rata-rata perusahaan emiten yang melakukan stock split di pasar modal Indonesia adalah mencapai 20 sampai 30 emiten. 

Sebagai contoh, harga saham Unilever sebelum stock split adalah IDR49.000 dan setelah stock split menjadi IDR42.000 per lembar saham. Begitu juga saham BRI sebelum stock split harga per lembar saham IDR12.000 dan setelah stock split menjadi IDR3.000 per lembar saham. Untuk saham PTSN, sebelum stock split harga per lembar saham IDR150, dan setelah stock split menjadi IDR50 per lembar saham. Terlihat terjadi penurunan harga per lembar saham, namun nilai kapitalisasi pasar saham tetap sama.

Alasan perusahaan emiten melakukan stock split saham adalah karena harga saham perusahaan dianggap terlalu mahal sehingga tidak semua investor yang dapat memiliki saham emiten tersebut. Dengan stock split, harga saham menjadi turun wajar dengan penambahan jumlah lembar saham. Efek positif yang ditimbulkan selanjutnya antara lain terjadi peningkatan basis jumlah investor terutama investor ritel atau perorangan, perdagangan saham emiten pun menjadi aktif, dan terjadi penambahan likuiditas perusahaan emiten.

Strategi stock split di tengah ketidakpastian ekonomi yang tinggi sangat tepat dilakukan emiten karena dengan stock split maka perluasan penyebaran investor dapat mengurangi risiko kerugian yang akan timbul di kemudian hari. Dan perusahaan emiten pun mampu memenuhi rasa keadilan bagi para investor, dan sangat positif bagi pertumbuhan pasar modal dan kegiatan ekonomi negara secara keseluruhan.

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon