Selasa, 05 Juni 2018

Investasi Reksa Dana



Salah satu alternatif investasi yang menguntungkan adalah reksa dana (mutual fund).  Nasihat investasi yang baik “Jangan menaruh semua telur di dalam satu keranjang” bisa Anda terapkan pada investasi reksa dana.  Sebab pada prinsipnya, investasi reksa dana adalah melakukan investasi pada beberapa instrumen investasi yang tersebar di pasar modal dan pasar uang, seperti, saham, obligasi, deposito, commercial paper, dan lain-lain.

Reksa dana adalah surat berharga berbentuk sertifikat yang menjelaskan pemiliknya menitipkan sejumlah uang kepada pengelola reksa dana (investment manager), untuk digunakan sebagai modal berinvestasi di pasar uang dan pasar modal.  Membeli reksa dana sama seperti menabung.  Perbedaannya, buku tabungan tidak dapat diperjualbelikan, sedangkan reksa dana bisa diperjualbelikan.  Reksa dana jenis open end bisa dijual kembali kepada manajer investasi, sedangkan reksa dana close end hanya bisa dijual di pasar sekunder.

Reksa dana menyediakan dua fasilitas yang sulit dipenuhi oleh investor.  Pertama, menciptakan skala ekonomis dalam berinvestasi, yaitu melalui penggabungan dana antara pemodal yang satu dengan pemodal yang lain untuk menciptakan investasi dalam skala yang besar.  Kedua, menyediakan tenaga profesional pengelola investasi efek secara kolektif.

Beberapa keuntungan yang bisa didapat dari memiliki reksa dana antara lain pendapatan bunga atau dividen, capital gain, dan peningkatan nilai aktiva bersih (NAB).  Pendapatan bunga atau dividen diperoleh dari penerbit reksa dana.  Capital gain diperoleh dari penjualan portofolio reksa dana.  Peningkatan nilai aktiva bersih berupa peningkatan harga reksa dana diperoleh dari hasil penjualan reksa dana di pasar sekunder (reksa dana close end) atau nilai pembelian kembali oleh perusahaan reksa dana (reksa dana open end).  Peningkatan nilai aktiva bersih ini merupakan selisih antara total nilai investasi yang dilakukan manajer investasi terhadap total volume reksa dana yang diterbitkannya.

Untuk mendapatkan bunga atau dividen, investor harus memilih reksa dana yang memiliki sasaran pendapatan.  Setiap prospektus reksa dana akan mencantumkan saat penawaran.  Adapun sasaran reksa dana antara lain pendapatan, pertumbuhan, dan keseimbangan.  Kegiatan utama manajer investasi adalah melakukan investasi portofolio sehingga setiap saat akan mengambil keputusan alat investasi mana yang harus dibeli atau dijual.  Manajer investasi juga memutuskan memilih saham yang memberi dividen dan obligasi yang memberi pendapatan bunga.  

Dengan demikian, reksa dana selalu punya kesempatan mendapat dividen atau bunga.  Hanya saja, manajer investasi mempunyai hak untuk mendistribusikan atau tidak dividen atau bunga yang diperolehnya kepada investor.  Kalau prospektus menerangkan bahwa dividen atau bunga akan didistribusikan, maka dalam waktu tertentu investor akan memperoleh dividen atau bunga.

Risiko investasi reksa dana tentu ada.  Risiko pertama, meskipun manajer investasi sudah melakukan penyebaran investasi yang merata, belum tentu bisa mendapatkan keuntungan yang diinginkan.  Kalau ini terjadi besar kemungkinan investor tidak akan bisa menikmati peningkatan nilai aktiva bersih.  Risiko kedua adalah manajer investasi melakukan pembubaran yang penyebabnya bisa datang dari berbagai hal.  Dalam hal demikian, investor bisa kehilangan modalnya.


EmoticonEmoticon