Kamis, 24 Mei 2018

Stop Berutang Sebelum Usia 40

Tags


Siklus kehidupan mulai lahir, menikah, memiliki anak, pensiun dan meninggal sudah menjadi garis hidup yang dilewati semua orang.  Tentu atas perkenan Yang Maha Kuasa.  Berbicara tentang utang memang tidak ada habisnya, meski bisa dikendalikan.  Anda yang pernah berutang tentu sangat ingin semua utang segera lunas. Sehingga bisa fokus kepada masa tuanya kelak.  Ya, stop berutang sebelum usia 40 tahun akan dieksplorasi pada artikel berikut ini.

Utang umumnya dibagi jadi dua, yaitu utang produktif dan utang konsumtif.  Rerata para peminjam berusia antara 25 tahun sampai 45 tahun.  Menarik untuk dibahas kenapa sebelum usia 40 tahun Anda harus sudah berhenti berutang ?  Karena pada usia 40 tahun dan sesudahnya adalah masa kita menikmati hasil jerih payah kita selama ini, dan pada masa setelah usia 40 tahun adalah waktunya fokus mencari penghasilan untuk bekal masa tua Anda nanti.

Sederhana bukan logika berfikirnya.  Bisa Anda lihat tidak sedikit kehidupan masa tua seseorang berakhir dengan penderitaan.  Sudah tidak ada yang merawat, uang dan tabungan pun sudah tidak punya.  Lalu, bagaimana sih keadaan masa tua yang dikatakan tidak menderita itu ?  Keadaan masa tua yang tidak menderita alias sejahtera itu adalah keadaan dimana kondisi fisik dan psikis seseorang itu sehat.  Ada orang yang kondisi fisik sehat tapi psikis sakit, dan ada juga yang kondisi psikisnya sehat tapi raga fisik sakit.  Nah, penulis merekomendasikan untuk Anda kondisi fisik dan psikis yang sehat di masa tua, salah satunya dengan cara berhenti berutang sebelum usia 40 tahun.

Baik, di sini akan difokuskan pada aktifitas apa saja yang sebaiknya dilakukan setelah usia 40 tahun.  Bisa dibilang usia 40 tahun adalah usia mapan seseorang baik dari segi finansial maupun non finansial.   Aktifitas yang bisa dilakukan seperti biasanya, business as usual, melakukan pekerjaan masing-masing, hanya saja mindset yang harus sudah diubah untuk fokus menyisihkan penghasilan pada persiapan masa tua Anda kelak.  Tentu dengan catatan untuk anak-anak Anda sudah mendapat porsi khusus baik dari sisi keuangan maupun mental.

Penyisihan penghasilan yang dilakukan untuk persiapan masa tua bisa saja dilakukan sejak masih muda, atau bahkan masih remaja sudah memikirkan masa tuanya kelak, tidak salah.  Tapi setiap masa ada perjuangannya masing-masing.  Dengan memiliki mindset seperti ini, yakinlah masa tua Anda kelak akan sejahtera baik lahir maupun batin.


EmoticonEmoticon