Rabu, 07 November 2018

Gali Lubang Tutup Lubang

Tags


Utang bukannya lunas malah nambah.  Tepok jidat.  Itulah fatalnya melunasi utang dengan cara gali lubang tutup lubang.  Perilaku yang dianggap sudah turun temurun sejak jaman nenek moyang ini perlu ditinggalkan.   Anda harus bisa bersikap bijak dan cerdas bila ingin lepas dari pengaruh strategi pelunasan utang yang fatal tersebut.

Setiap orang pernah berutang.  Entah pinjam teman, saudara, pacar, pasangan, rentenir, koperasi, leasing, dan bank.  Namun tidak semua mengerti rumus baku dalam meminjam uang yaitu batas maksimal kemampuan seseorang mengangsur utang adalah 30% dari total penghasilan per bulan.  Namun masih saja ada masyarakat yang menabrak aturan keuangan tersebut.  Akibatnya seperti yang anda liat di mana-mana bukan? Kesusahan sendiri pada akhirnya.

Sebagai contoh dalam utang kartu kredit.  Awalnya anda hanya memiliki satu buah kartu kredit.  Namun karena senangnya bisa belanja apa saja tanpa harus langsung bayar cash, ditambah pelunasan kartu kredit bisa minimum payment, anda pun menambah kartu kredit baru.  Perilaku yang sama terulang lagi.  Sebagian orang gemar mengoleksi kartu kredit tidak lain agar utang kartu kredit yang satu bisa dilunasi menggunakan kartu kredit yang lain.  Banyak tempat yang menawarkan tarik tunai kartu kredit bukan.

Contoh lain adalah berutang ke rentenir.  Huff, bunganya saja tinggi sekali.  Penawaran kredit rentenir yang tanpa syarat dan tanpa BI checking semakin disukai masyarakat kalangan bawah.  Benar saja, tidak sedikit masyarakat yang terjebak utang rentenir.  Awalnya pinjam sedikit, tapi lama-lama pinjaman jadi banyak.  Alhasil, semua harta dari sawah dan rumah ludes terjual hanya untuk melunasi utang ke rentenir.

Belum lagi sekarang lagi booming utang online yang mensyaratkan tanpa jaminan, sejalan dengan boomingnya, banyak konsumen yang tidak bisa mengangsur, akibatnya mereka dikejar-kejar debt collector dengan beragam cara yang tidak mengenakan.  Kebanyakan mereka yang mengajukan utang online adalah mereka yang sudah tidak bisa lagi pinjam di lembaga konvensional seperti bank, leasing dan koperasi.

Dari beberapa contoh di atas, anda bisa berfikir, sedemikian parahnya strategi melunasi utang dengan cara gali lubang tutup lubang.  Alangkah baiknya anda paham dan sadar akan arti pentingnya sebuah perencanaan keuangan.  Rencanakan keuangan anda dengan baik dan benar agar bisa terhindar dari jebakan utang baik kartu kredit, utang bank, maupun utang harian ke rentenir.  Semoga ulasan singkat ini menambah wawasan anda dan bermanfaat bagi pengelolaan keuangan anda.


EmoticonEmoticon