Tampilkan postingan dengan label investasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label investasi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 16 Juni 2020

Mengenal Obligasi Ritel Indonesia (ORI)


Sebelum membahas apa itu Obligasi Ritel Indonesia (ORI), kita harus tahu dulu pengertian obligasi. Obligasi adalah surat utang jangka panjang. Lembaga yang menerbitkan obligasi memiliki tujuan untuk memperoleh dana segar yang digunakan untuk permodalan dan kegiatan ekonomi yang lain. Sedangkan seseorang atau lembaga yang membeli surat utang obligasi disebut investor. Investor menanamkan dananya di obligasi bertujuan untuk memperoleh pendapatan dari bunga kupon obligasi (yield). 

Obligasi Ritel Indonesia adalah surat berharga yang diterbitkan oleh negara Republik Indonesia untuk kemudian ditawarkan kepada individu atau perorangan warga negara Indonesia melalui agen penjual yang ditunjuk. Tujuan diterbitkan ORI oleh Pemerintah adalah untuk menyerap dana dari masyarakat untuk membiayai pembangunan nasional, biasanya untuk menambal defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Disamping itu, penerbitan ORI bertujuan untuk mendukung stabilitas pasar keuangan domestik dan menciptakan kemandirian dalam pembiayaan pembangunan nasional. 

Obligasi ORI pertama kali diluncurkan pada tahun 2006. Obligasi ORI yang berkode ORI001. ORI002, dan seterusnya sudah memiliki 17 kode seri obligasi. Terakhir obligasi ORI yang diterbitkan pemerintah adalah ORI017. 

Untuk pembelian obligasi, pemerintah membatasi nominal transaksi dari minimal IDR 1 juta sampai maksimal IDR3 miliar. Untuk tenor waktu berkisar antara 1 tahun sampai 5 tahun. 

Rata-rata tingkat bunga kupon yang ditawarkan berkisar antara 6% sampai 12% per tahun. Pembayaran bunga kupon kepada investor dilakukan setiap bulan. 

Total investor yang terlibat dalam seri ORI yang sudah diterbitkan pemerintah RI mencapai 200 ribu lebih investor individu. Adapun kapitalisasi per seri ORI bisa mencapai puluhan triliun rupiah. 

Karakteristik daripada obligasi ORI antara lain dapat diperdagangkan di pasar sekunder, berbentuk tanpa warkat, bunga kupon tetap, dan berpotensi untung. Mekanisme pembelian obligasi, Anda tinggal mendatangi agen penjual yang sudah ditunjuk pemerintah, kemudian mengisi formulir pemesanan obligasi. Untuk Agen Penjual yang ditunjuk Pemerintah seperti bank dan perusahaan sekuritas. Beberapa diantaranya adalah Bank BCA, Bank Mandiri, BRI, BNI, Bank Danamon, Bank Panin, dan lain-lain. Untuk perusahaan Sekuritas seperti Danareksa Sekuritas, Trimegah Sekuritas, MNC Securities, dan lain-lain.

Sabtu, 06 Juni 2020

Investasi Jangka Panjang Pohon Sengon


Anda ingin menghasilkan uang dalam jangka panjang? Salah satu pilihan yang bisa Anda ciptakan adalah investasi pohon sengon. Pohon sengon dalam bahasa latin Albizia Chinensis merupakan salah satu tanaman keras yang biasanya tumbuh di hutan-hutan. Namun tidak sedikit juga masyarakat yang membudidayakan pohon sengon di lahan kebun mereka. 

Pohon Sengon rata-rata memiliki usia panen 4 sampai 8 tahun, tergantung jenis Sengon, jarak tanam, dan pemupukan. Pembibitan pohon Sengon bisa diperoleh dari toko tani atau distributor yang terpercaya. Rata-rata harga bibit sengon per batang sebesar Rp2 ribu.

Jenis dari pohon Sengon yang paling sering ditanam adalah Sengon Salomon dan Sengon Laut. Untuk benih Sengon bisa dibeli dari toko tani yang terdapat di Kota Anda. Kemudian benih bisa disemai pada media tanam. Setelah persemaian berhasil, maka bibit sengon bisa dipindah ke lahan yang sudah disiapkan.

Lahan tempat menanam sengon harus dioleh sedemikian rupa seperti tanah yang subur dimana tanah sudah dicampur pupuk. Pupuk bisa berupa pupuk kandang, pupuk NPK, dan pupuk PMLT. Jarak tanam bisa 1x1m, 2x2m, 3x3mx 4x4m, dan 5x5m, tergantung tujuan penggunaan kayu tersebut. Diusahakan lahan tempat ditanam sengon memiliki suasana rindang, tidak tandus, terutama di lahan berpasir karena memiliki hawa panas.

Apabila kayu sengon ditanam untuk dikonsumsi menjadi kayu bakar maka jarak tanam bisa 1x1 meter. Namun bila kayu sengon ingin digunakan pada industri kertas dan kayu lapis, maka jarak tanam bisa 3x3 meter dan 4x4 meter. Semakin lebar jarak tanam maka semakin besar ukuran kayu sengon saat panen.

Untuk pemupukan pada usia 0 hari sampai 2 tahun maka dilakukan pemupukan 3 bulan sekali. Namun saat usia sengon diatas 2 tahun maka dilakukan pemupukan 6 bulan sekali. Dan apabila sudah mencapai usia 3 tahun dan seterusnya, pemupukan cukup dilakukan setahun sekali.

Pemasaran produk kayu Sengon pun sangat menjanjikan. Dikutip dari berbagai sumber, harga kayu sengon per batang bisa mencapai Rp300 ribu sampai Rp1 juta, tergantung ukuran diameter batang kayu sengon.

Nah, Anda tertarik ingin menanam pohon sengon? Jangan ditunda lagi, segera kerjakan!

Selasa, 31 Juli 2018

Yuk Investasi Obligasi


Obligasi sudah lama dikenal di pasar modal, hanya saja popularitasnya masih kalah dibanding saham.  Emiten obligasi kebanyakan perusahaan milik negara.  Emiten adalah penerbit obligasi yang akan menerima  dana dari investor. Saat ini, perusahaan swasta mulai melirik sumber pembiayaan dari obligasi.

Obligasi adalah surat berharga berupa sertifikat yang berisi kontrak antara pemberi pinjaman (investor) dengan penerima pinjaman (emiten). Jadi surat obligasi adalah selembar kertas yang menyatakan bahwa pemilik kertas tersebut memberi pinjaman kepada perusahaan yang menerbitkan surat utang obligasi tersebut.

Bila Anda seorang karyawan, pengusaha, atau ibu rumah tangga yang memiliki dana, tidak ada salahnya mencoba menanamkan dana di obligasi, misalnya obligasi milik pemerintah.  Membeli obligasi tidak jauh berbeda dengan menabung di bank.  Bahkan memiliki obligasi sama persis dengan memiliki deposito berjangka.  Hanya saja, surat deposito berjangka tidak dapat diperjualbelikan, sedangkan surat utang obligasi bisa diperjualbelikan.  Penghasilan dari obligasi memiliki jumlah yang lebih tinggi dibanding penghasilan dari tabungan dan deposito. 


Obligasi dikenal memberi pendapatan tetap yaitu berupa bunga yang dibayarkan dengan jumlah tetap pada waktu yang telah ditentukan, misalnya setiap 3 bulan, 6 bulan, atau satu tahun sekali.  Obligasi juga mengenal penghasilan dari capital gain, yaitu selisih antara harga penjualan dengan harga pembelian.  Bunga merupakan penghasilan utama dari obligasi.  Pendapatan dari bunga ini tidak bisa dibatalkan oleh penerbit, bahkan dalam keadaan bangkrut pun.  Pemegang obligasi mendapat hak lebih dulu untuk dilunasi semua haknya, termasuk bunga.  Pada umumnya bunga obligasi lebih tinggi dari bunga tabungan atau deposito.  Namun tidak semua emiten menerbitkan obligasi dengan bunga lebih tinggi dari deposito.

Pemegang obligasi juga bisa memperoleh capital gain yaitu pada saat pemegang obligasi melakukan penjualan obligasi yang dimilikinya mendapat harga yang lebih tinggi dari harga ketika memperolehnya.  Capital gain obligasi juga bisa didapat jika pemegang obligasi saat melakukan pembelian mendapat diskon.  Sehingga pada saat jatuh tempo obligasi, pemegang obligasi akan mendapat pelunasan sebesar nilai pari (pokok).  Sebagai contoh, nona melinda mendapat tawaran obligasi seharga USD 19.500, jatuh tempo 4 tahun.  Padahal harga nominal obligasi USD 20.000.  Kalau nona Melinda bersedia membelinya, maka kelak dia akan mendapat pelunasan USD 20.000.  Nona Melinda mendapat capital gain USD 500.  Capital gain bisa datang kapan saja dengan catatan pemegang obligasi menjual obligasinya di atas harga pembelian obligasi.  Capital gain dari diskon diperoleh pada saat obligasi jatuh tempo.

Risiko dalam investasi obligasi berupa risiko peningkatan suku bunga bank.  Bila terjadi peningkatan suku bunga bank maka pemegang obligasi bisa mengalami kerugian.  Kerugian yang lain berupa pelunasan obligasi sebelum jatuh tempo.  Penting untuk diperhatikan para investor bahwa sebelum membeli obligasi harus mengetahui credit rating obligasi tersebut.  Credit rating obligasi bisa diketahui dari bantuan jasa lembaga pemeringkat efek.  Skala credit rating ini menunjukan seberapa aman suatu obligasi bagi investor terutama dalam hal pembayaran bunga dan pokok pinjaman.  Oleh karena itu, carilah obligasi yang memiliki credit rating bagus, misalnya AAA dan BBB.

Jumat, 20 Juli 2018

Belajar Investasi Saham



Pasar modal adalah tempat bertemunya penjual dan pembeli yang bersepakat mengadakan transaksi jual beli saham.  Objek yang diperjualbelikan di pasar modal adalah surat tanda kepemilikan perusahaan dalam bentuk saham.  Pasar modal Indonesia yaitu Bursa Efek Indonesia, yang dulu Bursa Efek Jakarta sebagai penyelenggara kegiatan jual beli saham di lantai bursa.

Satuan Lot Saham

Bila berinvestasi saham maka satuan yang digunakan adalah lot.  Umumnya 1 lot berjumlah 500 lembar saham di Bursa Efek Indonesia.  Tiap negara tentu menerapkan kebijakan yang berbeda.  Investor biasanya melakukan beli atau jual saham lewat perusahaan sekuritas yang sudah bekerja sama dengan Bursa Efek.  Minimal transaksi jual beli lot saham bervariasi di tiap negara.

Perusahaan Sekuritas

Transaksi jual beli kepemilikan saham di pasar modal menjadi tugas dari sebuah lembaga perusahaan sekuritas.  Perusahaan sekuritas bekerja sama dengan lembaga kustodian efek dalam hal ini perbankan, dan lembaga penjamin emisi efek. Perusahaan sekuritas dalam kegiatan sehari-hari melayani permintaan investor untuk melaksanakan transaksi baik beli maupun jual saham.  Jam operasional perusahaan sekuritas mengikuti jam kerja di lantai bursa.

Investasi Saham sebagai Salah Satu Alternatif Investasi Jangka Panjang

Tidak sedikit investor beranggapan bahwa dengan melakukan investasi saham di pasar modal akan memberikan keuntungan dalam jangka waktu cepat.  Tidaklah demikian adanya karena saham merupakan surat tAnda bukti kepemilikan perusahaan di mana pergerakan harga sahamnya tidak dapat berubah dalam jumlah banyak dalam waktu yang cepat.  Harga saham mencerminkan kondisi perusahaan secara keseluruhan saat ini dan harga saham mengikuti prospek keuangan perusahaan dari waktu ke waktu (tahunan).

Modal Minimal Investasi Saham

Minimal jumlah dana yang bisa diinvestasikan pada saham perusahaan tergantung harga per lembar saham yang tercatat di Bursa Efek.  Minimal transaksi pembelian lot saham juga tergantung kebijakan perusahaan sekuritas.  Umumnya transaksi minimal 1 lot.  Tinggal dikalikan 1 lot x 500 lembar saham x harga per lembar saham.  Harga saham ditentukan oleh kekuatan permintaan dan penawaran di pasar modal.

Hak Pemegang Saham

Jika Anda berinvestasi saham di pasar modal maka akan memperoleh beberapa manfaat seperti mendapat dividen, hadir dalam rapat umum pemegang saham (RUPS), dan memperoleh bagian jika perusahaan dinyatakan Pailit.  Dividen biasanya dinyatakan dalam jumlah nominal uang kemudian dikalikan jumlah lembar saham yang investor miliki.  Dividen akan dibagikan setiap tahun dengan catatan perusahaan mengalami keuntungan di tahun berjalan.  Hadir dalam rapat umum pemegang saham perusahaan tidaklah wajib tergantung seberapa banyak saham yang Anda miliki.  Bagian investor akan ditentukan setelah perusahaan dinyatakan pailit oleh pengadilan tata usaha negara (PTUN).

Saham yang Bisa Dibeli

Setelah Anda terdaftar sebagai investor di sebuah perusahaan sekuritas, maka Anda sudah bisa langsung melakukan transaksi jual beli saham di lantai bursa.  Saham mana saja bisa Anda beli sepanjang saham perusahaan tersebut tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Indeks Harga Saham

Indeks harga saham setiap hari dihitung menggunakan harga saham terakhir yang terjadi di bursa efek.  Dua macam indeks yang digunakan di Bursa Efek seluruh dunia, yaitu Indeks harga saham individual dan indeks harga saham gabungan.  Harga saham yang digunakan dalam perhitungan indeks harga saham adalah harga yang terjadi di pasar reguler lantai bursa.

Menghitung Keuntungan Investasi Saham

Keuntungan (capital gain) adalah selisih antara harga beli saham dengan harga jual saham.  Apabila investor membeli saham pada saat harga rendah dan kemudian menjual kembali saham pada saat harga tinggi, maka investor akan memperoleh keuntungan.  Istilah ini sering disebut sebagai aksi profit taking.

Jumat, 08 Juni 2018

Investasi Deposito untuk Masa Tua



Punya uang berlebih atau uang nganggur, tapi bingung bagaimana cara mengelolanya, berikut tips untuk investasi deposito yang bisa Anda coba.  Investasi deposito adalah produk tabungan perbankan dalam bentuk sertifikat, dan biasanya dengan jangka waktu 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, dan 12 bulan.  Saat ini, deposito bank menawarkan suku bunga kompetitif 6% sampai 10% per tahun.   Deposito biasanya juga digunakan untuk investasi jangka panjang yaitu persiapan untuk memasuki masa tua atau pensiun.

Secara efektif, cara menghitung bunga deposito adalah dengan membagikan bunga per tahun dengan angka 12, maka akan diperoleh bunga deposito per bulan.  Misalnya, Anda menginvestasikan uang di deposito bank sebesar Rp10 juta, maka bunga deposito per bulan yang akan Anda terima adalah Rp 10  juta x 10% / 12 = Rp 83.300. Simpanan deposito adalah salah satu alternatif investasi teraman dan memberikan penghasilan tetap setiap bulan untuk jangka waktu deposito yang Anda pilih.

Beberapa bank komersial global, nasional dan lokal menawarkan produk simpanan seperti Citibank, DBS, HSBC, Bank Mandiri, Bank Central Asia, Bank BRI, Bank BNI, Bank CIMB Niaga, Bank Danamon, PermataBank, Bank Mega, BPR Danagung, BPR Karya Jatnika Sadaya, dan masih banyak lagi.  Dalam memilih bank, yang perlu diperhatikan adalah apakah bank itu legal, apakah bank sudah bekerja sama dengan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan pastikan suku bunga deposito tidak terlalu tinggi (over valued).

Dapatkah Anda menyimpan uang di beberapa bank?  Tentu saja jawabannya bisa, selama Anda punya uang.  Misalnya di negara Indonesia, masing-masing bank menjamin setoran maksimal Rp 2 miliar per rekening.  Jadi jika Anda memiliki dana sebesar Rp 6 miliar, maka akan sangat bagus jika dana disimpan di 3 bank, masing-masing Rp 2 miliar. Tapi sebaliknya, jika dana Anda kurang dari Rp 1 miliar, terserah Anda mau menabung di satu atau beberapa bank.  Selanjutnya, jika ingin mengajukan kredit, sertifikat deposito bisa dijadikan agunan, dengan batas limit kredit maksimum 90% dari saldo deposito Anda.

Bahkan ketika deposito memberikan pendapatan tetap, jumlahnya tidak lebih besar daripada jika Anda menginvestasikan uang di bisnis prospektif lainnya. Simpanan bank merupakan pilihan investasi paling moderat di antara alternatif investasi lainnya. Berbeda dengan investasi pada saham, emas, properti dan obligasi, untuk deposito nilai pendapatan bunga yang didapat tidak tinggi tapi pasti.  Jadi, tidak buruk jika Anda menginvestasikan uang Anda di deposito bank.

Selasa, 05 Juni 2018

Investasi Reksa Dana



Salah satu alternatif investasi yang menguntungkan adalah reksa dana (mutual fund).  Nasihat investasi yang baik “Jangan menaruh semua telur di dalam satu keranjang” bisa Anda terapkan pada investasi reksa dana.  Sebab pada prinsipnya, investasi reksa dana adalah melakukan investasi pada beberapa instrumen investasi yang tersebar di pasar modal dan pasar uang, seperti, saham, obligasi, deposito, commercial paper, dan lain-lain.

Reksa dana adalah surat berharga berbentuk sertifikat yang menjelaskan pemiliknya menitipkan sejumlah uang kepada pengelola reksa dana (investment manager), untuk digunakan sebagai modal berinvestasi di pasar uang dan pasar modal.  Membeli reksa dana sama seperti menabung.  Perbedaannya, buku tabungan tidak dapat diperjualbelikan, sedangkan reksa dana bisa diperjualbelikan.  Reksa dana jenis open end bisa dijual kembali kepada manajer investasi, sedangkan reksa dana close end hanya bisa dijual di pasar sekunder.

Reksa dana menyediakan dua fasilitas yang sulit dipenuhi oleh investor.  Pertama, menciptakan skala ekonomis dalam berinvestasi, yaitu melalui penggabungan dana antara pemodal yang satu dengan pemodal yang lain untuk menciptakan investasi dalam skala yang besar.  Kedua, menyediakan tenaga profesional pengelola investasi efek secara kolektif.

Beberapa keuntungan yang bisa didapat dari memiliki reksa dana antara lain pendapatan bunga atau dividen, capital gain, dan peningkatan nilai aktiva bersih (NAB).  Pendapatan bunga atau dividen diperoleh dari penerbit reksa dana.  Capital gain diperoleh dari penjualan portofolio reksa dana.  Peningkatan nilai aktiva bersih berupa peningkatan harga reksa dana diperoleh dari hasil penjualan reksa dana di pasar sekunder (reksa dana close end) atau nilai pembelian kembali oleh perusahaan reksa dana (reksa dana open end).  Peningkatan nilai aktiva bersih ini merupakan selisih antara total nilai investasi yang dilakukan manajer investasi terhadap total volume reksa dana yang diterbitkannya.

Untuk mendapatkan bunga atau dividen, investor harus memilih reksa dana yang memiliki sasaran pendapatan.  Setiap prospektus reksa dana akan mencantumkan saat penawaran.  Adapun sasaran reksa dana antara lain pendapatan, pertumbuhan, dan keseimbangan.  Kegiatan utama manajer investasi adalah melakukan investasi portofolio sehingga setiap saat akan mengambil keputusan alat investasi mana yang harus dibeli atau dijual.  Manajer investasi juga memutuskan memilih saham yang memberi dividen dan obligasi yang memberi pendapatan bunga.  

Dengan demikian, reksa dana selalu punya kesempatan mendapat dividen atau bunga.  Hanya saja, manajer investasi mempunyai hak untuk mendistribusikan atau tidak dividen atau bunga yang diperolehnya kepada investor.  Kalau prospektus menerangkan bahwa dividen atau bunga akan didistribusikan, maka dalam waktu tertentu investor akan memperoleh dividen atau bunga.

Risiko investasi reksa dana tentu ada.  Risiko pertama, meskipun manajer investasi sudah melakukan penyebaran investasi yang merata, belum tentu bisa mendapatkan keuntungan yang diinginkan.  Kalau ini terjadi besar kemungkinan investor tidak akan bisa menikmati peningkatan nilai aktiva bersih.  Risiko kedua adalah manajer investasi melakukan pembubaran yang penyebabnya bisa datang dari berbagai hal.  Dalam hal demikian, investor bisa kehilangan modalnya.

Jumat, 01 Juni 2018

Kilauan Investasi Emas



Kilauan investasi emas menggambarkan bahwa emas merupakan tempat investasi yang menguntungkan dalam jangka panjang. Jangan pernah berharap bisa menuai keuntungan dari investasi emas dalam jangka pendek.  Apakah Anda ingat 10 tahun yang lalu saat harga emas masih Rp200 ribuan per gram?  Ya, sekarang harga emas sudah mencapai Rp600 ribuan per gram. Emas merupakan salah satu alternatif investasi yang nilainya selalu meningkat dari waktu ke waktu. Emas tidak mengalami depresiasi seperti barang fisik lainnya yang mengalami depresiasi nilai seperti barang bergerak mobil dan motor.

Saat ini ada banyak lembaga keuangan bank dan lembaga keuangan non-bank yang menawarkan pilihan investasi emas dalam bentuk emas batangan. Ada juga yang menawarkan investasi emas pada harga sekarang, untuk kemudian dicicil selama jangka waktu tertentu.  Dan bila sudah jatuh tempo maka konsumen akan mendapat emas batangan yang sudah diangsur dengan tingkat harga terbaru.  Harga emas diperkirakan akan berlipat gAnda dalam jangka panjang bila diambil kemudian.

Nah  jelas Anda berada di jalur yang benar jika Anda ingin menginvestasikan uang di emas. Namun, hati-hati dalam memilih tempat atau perusahaan yang menawarkan investasi emas. Tidak sedikit masyarakat tertipu investasi emas bodong yang diikat dengan iming-iming bunga yang sangat tinggi dan hadiah emas batangan dalam waktu singkat, namun itu hanyalah sebuah tipuan belaka. Konsultasikan dengan manajer investasi sebelum memutuskan ke mana harus menempatkan dana investasi emas.

Ada juga yang menimbun emas di rumah pribadi.  Ya asalkan aman tidak masalah. Namun disarankan untuk menaruh emas dan sekuritas lainnya di bank (safe deposit box), meski hal ini tidak menjamin 100% aman.  Mengingat ketersediaan emas semakin langka di masa depan (hukum penawaran dan permintaan), maka nilai emas akan mengalami kenaikan dari tahun ke tahun.  Inilah salah satu rahasia kesuksesan investasi emas dalam jangka panjang.