Kamis, 15 November 2018

Social Entrepreneurship

Tags

Apa itu social entrepreneurship? Bagi Anda yang memiliki jiwa wirausaha namun keuntungan bukan tujuan yang utama tapi hanya alat untuk membantu orang lain mencapai kesejahteraan, maka Anda bisa disebut sebagai social entrepreneur.  Social entrepreneurship adalah suatu kegiatan bisnis yang dilakukan seseorang atau sekelompok orang dengan tujuan membantu orang lain.  Bentuk yang diberikan bisa berupa materi maupun non materi.  Materi bisa berujud uang dan barang, sedangkan non materi bisa berujud bantuan manajemen, motivasi, dan sebagainya.

Dalam bisnis digital, social entrepreneurship mirip dengan istilah crowdfunding, yaitu menghimpun dana dari masyarakat untuk kemudian disalurkan untuk tujuan sosial. Sebagai contoh, pengusaha A memiliki bisnis perkebunan sawit, kemudian pengusaha tersebut mengundang para investor untuk bersama-sama menanamkan dana untuk membantu masyarakat di wilayah sekitar perkebunan sawit dalam hal pendidikan, permodalan usaha, kesehatan dan infrastruktur.

Social entrepreneurship juga memiliki misi untuk mengembangkan para pelaku bisnis usaha kecil (UMKM) di Indonesia agar bisa bersaing di era industry 4.0 saat ini.  Para pelaku UMKM diharapkan menjadi besar suatu saat nanti melalui skema platform social entrepereneursip ini.

Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di bidang pertanian, perkebunan, perikanan, home industry, perdagangan barang, produksi sembako, toko online, dan masih banyak lagi, dapat menjadi tujuan social entrepreneurship.  Kerjasama dari berbagai pihak termasuk peran lembaga keuangan bank dan bukan bank dalam hal permodalan, investor yang bervisi sosial,  menciptakan sinergi untuk mendorong tercapainya tujuan social entrepreneurship.

Sebagai contoh, pemerintah daerah Propinsi Jawa Tengah tengah menggalakan program pameran produk unggulan UMKM yang akan diadakan di berbagai rest area jalan tol.  Program tersebut tidak hanya soal keuntungan an sich, tapi lebih kepada keberpihakan pemerintah terhadap eksistensi para pelaku bisnis UMKM secara sosial. Sangat diharapkan pemerinta daerah lain bisa mencontoh apa yang sudah dilakukan oleh Pemda Jawa Tengah.

Contoh lainnya yang sudah melakukan social entrepreneurship adalah pengusaha dunia sekelas Jack Ma (Pendiri Alibaba) dan Bill Gates (pendiri Microsoft).  Disamping menjalankan bisnis inti, mereka juga memiliki visi sosial lewat yayasan yang mereka dirikan.  Mereka membantu orang sakit dan miskin yang merupakan salah satu wujud social entrepreneurship, sehingga bisnis bukan melulu soal untung dan uang.

Social entrepreneurship sudah sejalan dengan spirit ekonomi Indonesia yang berasaskan kekeluargaan dan kegotongroyongan. Dengan diperkuatkan sektor UMKM akan makin memperkokoh pondasi ekonomi Indonesia sehingga tidak mudah bangkrut menghadapi ketidakpastian ekonomi global.

Rabu, 14 November 2018

Cerdas Memilih Fintech

Tags

Sejak booming tahun 2017, perusahaan financial technology (fintech) yang menawarkan kemudahan dalam proses mendapat pinjaman online akhirnya menuai keluhan dan kekecewaan dari sebagian masyarakat.  Keluhan yang dialami masyarakat yaitu pada saat proses penagihan utang yang tertunggak.  Kebanyakan masyarakat belum memahami apa itu fintech dan bagaimana proses alur kredit sampai pada penagihan.  Mereka rata-rata terbuai penawaran kemudahan mendapat kredit online oleh Fintech.  Penulis akan sajikan secara singkat, padat dan jelas, tips cerdas memilih fintech agar Anda tidak terjebak oleh berbagai rayuan promo fintech.

Hingga Oktober 2018, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sudah menerima 73 perusahaan fintech yang mendaftar ke institusinya.  Namun, dari semua fintech yang terdaftar secara resmi di OJK baru satu perusahaan fintech yang mendapat ijin resmi OJK.  Trus apa bedanya perusahaan fintech yang terdaftar secara resmi dengan yang sudah berijin dari OJK?  Perbedaannya terletak pada seberapa banyak prosedur yang sudah ditempuh dan dipenuhi oleh fintech tersebut untuk mendapat ijin resmi OJK, sedangkan persamaannya adalah 73 perusahaan fintech tersebut sudah terdaftar secara resmi di OJK.

Lalu bagaimana cara agar masyarakat benar-benar tidak tertipu oleh perusahaan fintech bodong dan mendapat layanan keuangan digital yang benar-benar dapat dipercaya dan dapat diandalkan? Berikut penulis sajikan cara singkat bagi masyarakat yang ingin aman dalam memanfaatkan layanan fintech.

Sebelum Anda memilih perusahaan fintech yang menawarkan pinjaman online, pastikan dulu apakah perusahaan tersebut terdaftar secara resmi di OJK.  Cara mengetahui fintech tersebut sudah terdaftar di OJK dengan mengunjung website resmi OJK di www.ojk.go.id, atau Anda juga bisa melihat pada gambar di bawah ini seperti yang dikutip dari situs resmi OJK (memuat 73 perusahaan fintech lending yang terdaftar di OJK Republik Indonesia, per Oktober 2018).


Perusahaan fintech yang sudah terdaftar secara resmi di OJK harus melewati berbagai tahapan dalam mendapat sertifikat ijin resmi dari OJK.  Berbagai tahapan yang harus dipenuhi antara lain berupa permodalan, bisnis model, manajemen, strategi fintech dalam menyalurkan kredit dan potensi konsumen yang akan dicapai, proses alur kredit dan proses penagihan yang sesuai tata kelola perusahaan yang baik serta beberapa poin penting lainnya yang wajib dipenuhi. Setidaknya, perusahaan fintech yang sudah mendaftar resmi ke OJK akan memudahkan OJK dalam mengawasi kegiatan fintech tersebut, dan dapat membantu masyarakat dalam memilih jasa layanan fintech dan memecahkan masalah atau perselisihan mengenai tertunggaknya kredit pada perusahaan fintech di kemudian hari. 

Ketatnya persyaratan yang diwajibkan OJK kepada perusahaan fintech sedianya membuat ekonomi Indonesia khususnya sektor keuangan digital mampu menghadapi era industry 4.0.  Namun di sisi lain OJK juga harus bisa menjaga agar kemunculan dan keberlangsungan fintech tidak terhambat, tapi sebaliknya dapat menciptakan sinergitas antara fintech dengan industri keuangan konvensional dalam mempersiapkan diri menghadapi sektor keuangan 4.0.

Selasa, 13 November 2018

Mengenal Agunan Kredit

Tags

Apapun jenis kredit yang ingin Anda ambil, Anda perlu mengenal agunan kredit.  Apa itu agunan kredit? Agunan kredit adalah persyaratan wajib dalam pengajuan kredit, umumnya berupa sertifikat tanah atau rumah dan Bukti Pemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB).  Bila tidak memiliki agunan maka kredit tidak akan bisa dicairkan.  Agunan ialah jaminan material, surat berharga, garansi yang disediakan oleh debitur atau nasabah untuk menanggung pembayaran kembali atas suatu kredit, jika debitur tidak dapat melunasi kewajiban kreditnya.

Agunan dapat berupa benda tidak bergerak maupun benda bergerak, dimana nilainya dapat diukur baik secara kualitas maupun kuantitas yang diserahkan debitur kepada kreditur.  Agunan berfungsi  sebagai alat pengaman atau alat untuk mengurangi risiko akhir atau fasilitas yang diberikan kreditur kepada debitur mengalami wanprestasi (cidera janji).

Dalam pasal 1131 dan 1132 KUHPerdata disebutkan bahwa agunan adalah segala kebendaan si berutang baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak, baik yang sudah ada maupun yang baru akan ada di kemudian hari, menjadi tanggungan untuk segala perikatannya.  Kebendaan tersebut menjadi jaminan bersama-sama bagi semua orang yang mengutangkan padanya, pendapatan penjualan benda-benda itu dibagi-bagi menurut keseimbangan yaitu menurut besar kecilnya piutang masing-masing, kecuali apabila diantaranya para berpiutang itu ada alasan-alasan yang sah didahulukan.

Agunan kebendaan adalah jaminan harta kekayaan (benda atau hak kebendaan tertentu) baik dari sisi debitur sendiri atau dari pihak ketiga yang diberikan dengan cara “menyendirikan” atau menyediakan  secara khusus harta kekayaan tersebut untuk menjamin pemenuhan kewajiban debitur kepada kreditur bila si debitur cidera janji (wanprestasi) dibagi menjadi benda tidak bergerak dan benda bergerak.  Benda tidak bergerak  adalah semua benda yang karena sifatnya, karena tujuan pemakaiannya dan karena ditentukan sebagai demikian oleh Undang-Undang.  Contoh tanah dan bangunan.  Benda bergerak adalah semua benda yang karena sifatnya dapat berpindah atau dipindahkan.  Contoh kendaraan bermotor roda dua dan roda empat, emas, logam mulia, deposito, stok barang  dagangan.

Perlu diketahui juga ciri-ciri agunan kredit yang ditolak oleh pihak bank atau leasing yaitu tanah dan bangunan yang ditinjau dari aspek legalitas memiliki ciri-ciri antara lain tanah diperoleh dengan cara sewa atau pinjam dari pihak ketiga, sertifikat belum dibalik nama, sertifikat diragukan kebenarannya karena pencatatan yang tidak lazim, gambar situasi pada sertifikat tidak sesuai dengan kondisi fisik tanah, surat ijin mendirikan bangunan diragukan kebenarannya, tanah dalam kondisi sengketa, tanah tidak memiliki batas-batas jelas dan sah, pemegang sertifikat telah meninggal dunia dan tidak memiliki fatwa waris, pemegang sertifikat cacat fisik, cacat mental, dan atau tidak dapat melakukan tindakan hukum, terdapat indikasi bahwa istri, anak (ahli waris yang sah) dari pemegang hak, keberatan atas diagunkannya tanah atau rumah tersebut, tanah berada di bawah jaringan listrik tegangan tinggi dan atau dilintasi jalur pipa gas, daerah dimana lokasi tanah terkena rencana pembebasan lahan oleh pemerintah atau swasta, lokasi tanah berada dijalur hijau, terkena rencana proyek pemerintah, akses yang sulit dijangkau ke lokasi tanah, tanah yang berdampingan persis dengan makam, bentuk tanah sangat tidak beraturan, posisi tanah berada pada posisi tusuk sate, lokasi tanah berada di kawasan rawan bencana alam.  Untuk agunan kendaraan yang ditolak memiliki ciri-ciri antara lain kendaraan secara fisik sudah tidak layak jalan, surat-menyurat bermasalah (duplikat BPKB), legalitas surat diperoleh dengan cara sewa atau pinjam dari pihak ketiga.

Demikian penjelasan tentang agunan kredit yang bisa anda gunakan sebagai bahan referensi sebelum mengajukan kredit ke bank atau leasing.  Sebagus apapun agunan kredit apabila tidak diakui dan tidak diterima secara sah sebagai agunan oleh pihak bank atau leasing, maka akan menjadi tidak bernilai.  Sebaliknya agunan yang diakui dan diterima secara sah yang memiliki nilai tinggi menjadi tidak berguna bila tidak dimanfaatkan untuk hal-hal yang produktif.

Jumat, 09 November 2018

Era Internet dan Keuntungannya

Tags

Era internet sudah tiba. Sebuah era yang sudah dinikmati mulai dari jaman generasi x, generasi y (milenial) dan generasi z sekarang ini. Karena itu bersiaplah menghadapinya, jika tidak Anda akan digilas. Awal berkembangnya internet di Indonesia adalah pada tahun 1995 an. Saat itu, situs yang sudah online masih minim, beberapa situs yang penulis ingat salah satu diantaranya adalah situs berita detikcom. Saat itu, infrastruktur dan fasilitas internet masih sangat memprihatinkan ditambah tingkat literasi teknologi masyarakat Indonesia sangat rendah alias gaptek.

Penemu internet (world wide web) adalah Tim Barners Lee pada tahun 1995.  Dia menemukan saat bekerja di Jeneva, namun saat itu masih dalam bentuk intranet (antarruang dalam kantor). Mulai saat itu dunia sudah bisa terhubung dengan internet namun jumlahnya koneksi internet masih sangat sedikit saat itu.  Internet yang terkenal dengan URL World Wide Web nya langsung berkembang sangat cepat. Saat diciptakan pertama kali pada tahun 1990an, Tim Barners Lee tidak mendisain sampai secanggih platform aplikasi saat ini seperti social media, digital forensik, dan ecommerce. Seiring berjalannya waktu jumlah pengguna internet semakin bertambah.  Saat ini saja jumlah pengguna internet di seluruh dunia mencapai 2 milyar lebih pengguna aktif, dan di Indonesia mencapai 130 juta lebih pengguna internet aktif.

Dan sekarang bisa Anda bandingkan, internet sudah maju pesat. Internet sudah menjamur di mana-mana, segala lini kehidupan pun sudah dirambahnya. Apa untungnya internet bagi Anda terutama kepada para pelaku usaha UMKM ? Ya banyak sekali untungnya. Anda bisa memasarkan produk/jasa Anda ke siapa saja, di mana saja dan kapan saja. Disamping itu, usaha Anda makin dikenal dunia hanya dari yang namanya jaringan internet.  Meski Anda tidak punya produk/jasa tapi Anda bisa mendapat keuntungan dari bisnis dropship.

Sebagai contoh, seorang pengusaha gerabah. Dia bisa memasarkan produk gerabahnya ke seluruh dunia hanya lewat internet tentu dengan tarif murah. Kemudian seorang pengusaha baju, bisa memasarkan bajunya ke banyak pengguna internet hanya dengan bermodalkan laptop dan jaringan internet. Mau sekolah atau seminar, sekarang pun bisa dilakukan melalui internet.  Tidak perlu datang ke lokasi yang jauh dari tempat tinggal, Anda pun sudah bisa menikmatinya.  Masih banyak contoh lainnya yang bisa menjadi inspiransi Anda dalam menggeluti dunia bisnis di era internet sekarang ini.

Rabu, 07 November 2018

Tips Rekening Bank Aman dari Serangan Hacker

Tags

Beberapa waktu belakangan ini dunia dikagetkan dengan serangan virus Ransomware WannaCrypt.  Virus ini bekerja dengan cara mengunci file data anda yang sudah dienkripsi, kemudian meminta uang tebusan dalam mata uang digital, Bitcoin. Sudah banyak orang yang menjadi korban di seluruh dunia. Selain itu, di Indonesia juga sempat terjadi Down layanan online salah satu Bank BUMN akibat serangan hacker.  Fakta-fakta tersebut menunjukan bahwa dunia maya tidaklah aman.  Berikut tips yang perlu anda ketahui agar rekening bank aman dari serangan hacker jahat (blackhat).

Apabila rekening bank anda menggunakan ATM, simpanlah ATM di tempat aman, jangan pernah menulis pin di manapun, jadi hapalkan Pin ATM.  Apabila menggunakan layanan online m-banking, gunakanlah di jaringan internet private yang aman bukan hotspot wifi gratis di tempat publik.  Soalnya bila anda mengakses akun pribadi di tempat publik yang menggunakan wifi gratis, ada celah untuk mengakses informasi rahasia Anda dengan menggunakan software khusus keylogger.

Hacker umumnya terbagi menjadi 2 jenis, yaitu hacker baik (white hat) dan hacker jahat (black hat).  Nah, yang harus dihindari adalah hacker jenis blackhat.  Mereka menggunakan segala cara untuk membobol dana nasabah baik kartu kredit maupun rekening bank.  Sudah banyak yang menjadi korban, tidak hanya bank-bank lokal tapi juga bank-bank di seluruh dunia.  Apalagi sekarang sudah era digital dan transaksi online sangat masif.  Bila tidak hati-hati, dana anda siap-siap melayang.

Rekening bank yang memiliki saldo basah akan menjadi target para pelaku kejahatan (blackhat hacker).  Cara mereka ada yang menggunakan teknik phising dan carding.  Phising adalah teknik yang digunakan pelaku cyber crime untuk menipu korbannya melalu website palsu mirip aslinya, biasanya diminta mengisikan identitas nomor kartu kredit atau rekening bank dan normor PIN.  Setelah informasi nomor kartu dan pin didapat, maka pelaku akan menggunakannya berbelanja di merchant seluruh dunia secara online  Sedangkan untuk carding, para pelaku kejahatan biasanya mencuri data nasabah lewat teknik pemasangan alat khusus di tempat yang tidak terlihat, bisa di lubang mesin atm, bisa alat khusus perekam data kartu kredit, kemudian setelah data yang dicari didapat, maka pelaku akan mencetak kartu baru yang palsu, baik ATM maupun kartu kredit.  Bisa juga terjadi pada saat menggunakan transaksi belanja menggunakan kartu debit atau kartu kredit. Jadi, alat yang digunakan cukup canggih sehingga bisa mengcopy data kartu nasabah secara cepat.

Bagaimana cara mengantisipasi agar tidak terjadi pada Anda? Ya anda harus tau ciri-ciri dari teknik yang biasa digunakan pelaku cyber crime.  Teknik phising, usahakan liat website yang anda kunjungi apakah website resmi atau bukan.  Untuk mengetahui situs resmi atau bukan bisa dilihat di mesin pencarian Google, dan website yang digunakan biasanya top level domain name, bukan situs gratisan.   Juga, lihatlah alat yang digunakan pada saat anda bertransaksi menggunakan kartu debit atau kartu kredit apakah mencurigakan atau alat yang sudah berlaku umum seperti mesin EDC.

Gali Lubang Tutup Lubang

Tags

Utang bukannya lunas malah nambah.  Tepok jidat.  Itulah fatalnya melunasi utang dengan cara gali lubang tutup lubang.  Perilaku yang dianggap sudah turun temurun sejak jaman nenek moyang ini perlu ditinggalkan.   Anda harus bisa bersikap bijak dan cerdas bila ingin lepas dari pengaruh strategi pelunasan utang yang fatal tersebut.

Setiap orang pernah berutang.  Entah pinjam teman, saudara, pacar, pasangan, rentenir, koperasi, leasing, dan bank.  Namun tidak semua mengerti rumus baku dalam meminjam uang yaitu batas maksimal kemampuan seseorang mengangsur utang adalah 30% dari total penghasilan per bulan.  Namun masih saja ada masyarakat yang menabrak aturan keuangan tersebut.  Akibatnya seperti yang anda liat di mana-mana bukan? Kesusahan sendiri pada akhirnya.

Sebagai contoh dalam utang kartu kredit.  Awalnya anda hanya memiliki satu buah kartu kredit.  Namun karena senangnya bisa belanja apa saja tanpa harus langsung bayar cash, ditambah pelunasan kartu kredit bisa minimum payment, anda pun menambah kartu kredit baru.  Perilaku yang sama terulang lagi.  Sebagian orang gemar mengoleksi kartu kredit tidak lain agar utang kartu kredit yang satu bisa dilunasi menggunakan kartu kredit yang lain.  Banyak tempat yang menawarkan tarik tunai kartu kredit bukan.

Contoh lain adalah berutang ke rentenir.  Huff, bunganya saja tinggi sekali.  Penawaran kredit rentenir yang tanpa syarat dan tanpa BI checking semakin disukai masyarakat kalangan bawah.  Benar saja, tidak sedikit masyarakat yang terjebak utang rentenir.  Awalnya pinjam sedikit, tapi lama-lama pinjaman jadi banyak.  Alhasil, semua harta dari sawah dan rumah ludes terjual hanya untuk melunasi utang ke rentenir.

Belum lagi sekarang lagi booming utang online yang mensyaratkan tanpa jaminan, sejalan dengan boomingnya, banyak konsumen yang tidak bisa mengangsur, akibatnya mereka dikejar-kejar debt collector dengan beragam cara yang tidak mengenakan.  Kebanyakan mereka yang mengajukan utang online adalah mereka yang sudah tidak bisa lagi pinjam di lembaga konvensional seperti bank, leasing dan koperasi.

Dari beberapa contoh di atas, anda bisa berfikir, sedemikian parahnya strategi melunasi utang dengan cara gali lubang tutup lubang.  Alangkah baiknya anda paham dan sadar akan arti pentingnya sebuah perencanaan keuangan.  Rencanakan keuangan anda dengan baik dan benar agar bisa terhindar dari jebakan utang baik kartu kredit, utang bank, maupun utang harian ke rentenir.  Semoga ulasan singkat ini menambah wawasan anda dan bermanfaat bagi pengelolaan keuangan anda.

Panduan Pengajuan Kredit Pemilikan Rumah

Tags

Sebagian besar masyarakat Indonesia masih suka membeli rumah secara kredit melalui skema pembiayaan perbankan yaitu kredit pemilikan rumah (KPR).  Tak heran bila komposisi kredit KPR dari total kredit perbankan mencapai sekitar 50% - 70% selama setahun. Dari kredit KPR tersebut pula menyumbang kredit bermasalah (NPL) paling besar  dari sekian banyak jenis kredit yang disalurkan.  Tingginya harga rumah dan keterbatasan finansial menjadi alasan utama masyarakat mengajukan KPR.  Di sini penulis akan uraikan secara singkat panduan pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Kredit pemilikan rumah adalah kredit yang disediakan oleh pihak perbankan bagi konsumen yang ingin memiliki rumah idaman namun dengan keterbatasan dana.  Bank-bank yang menyediakan KPR adalah bank BUMN dan Bank swasta seperti Bank Mandiri, BCA, BRI, PermataBank, Bank Danamon, CIMB Niaga, BTN, MNC Bank, dan Bank Mega.

Kredit Pemilikan Rumah yang diluncurkan dunia perbankan secara umum menggunakan jenis bunga anuitas, yaitu komposisi bunga lebih besar dan pokok hutang lebih kecil di awal tenor kredit. Ada beberapa jenis bunga yang diterapkan dalam skema pembiayaan KPR yaitu suku bunga tetap (flat murni), suku bunga anuitas, dan suku bunga efektif (saldo menurun). Dari sekian jenis suku bunga KPR yang paling banyak digunakan perbankan adalah suku bunga anuitas, karena lebih memberi keuntungan bagi pihak Bank, namun memberatkan dari sisi konsumen.  Sedangkan, banyak nasabah suka suku bunga KPR yang efektif (saldo menurun).

Apabila Anda menggunakan skema pembiayaan KPR untuk memiliki rumah idaman maka ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui agar tidak terjebak pada promo suku bunga kredit murah. Sebagai contoh, KPR Bank Mandiri atau BCA memberi promo suku bunga sebesar 10% fix 1 tahun dan 3 tahun. Artinya, suku bunga sebesar 10% tersebut hanya berlaku untuk 1 tahun pertama atau 3 tahun pertama, setelahnya akan diberlakukan suku bunga pasar (floating rate). Disinilah banyak nasabah KPR yang kaget bahkan shock karena jumlah angsuran KPR membengkak setelah 1 tahun atau 3 tahun pertama tersebut.  

Namun sekarang Bank BCA dan Bank Mandiri seakan bersaing untuk mengubah promo bunga KPR menjadi fix 3 tahun pertama dan fix tahun-tahun berikutnya selama jangka waktu kredit dengan bunga yang berbeda-beda.  Dengan kata lain, suku bunga KPR setelah 1 tahun atau 3 tahun pertama tidak diserahkan ke suku bunga pasar melainkan tetap menggunakan suku bunga fix yang berbeda dengan 1 tahun atau 3 tahun pertama.

Kemudian, penulis juga merekomendasikan pilihlah Bank yang menawarkan KPR dengan suku bunga efektif, artinya beban bunga dihitung dari sisa pokok kredit (baki debit) setiap bulannya, sehingga pokok hutang semakin berkurang dari bulan ke bulan.  Disamping memperhatikan jenis suku bunga yang diberlakukan, periksalah proses kredit di bank tersebut apakah sulit atau mudah untuk disetujui. Karena setiap bank memiliki peraturan yang berbeda mengenai kebijakan persetujuan KPR.

Kemudian periksa juga rumah yang  akan dibeli baik dari aspek legal surat-surat (SHM+IMB) maupun fisik bangunan rumah tersebut.  Bahan bangunan yang digunakan untuk membangun apakah bahan berkualitas tinggi atau tidak, struktur rangka atap apakah menggunakan struktur baja ringan atau kayu biasa, apakah sumur berada jauh atau dekat dengan septic tank, dan masih banyak lagi yang harus diperhatikan.  Untuk lebih detail anda bisa menghubungi petugas bank atau bisa menghubungi Penulis untuk konsultasi lebih lanjut.

Selasa, 06 November 2018

Redenominasi Rupiah

Tags

Harap dicatat, redenominasi bukanlah sanering (pemotongan nilai uang).  Redenominasi Rupiah adalah tindakan penyederhanaan mata uang Rupiah tanpa mengurangi nilainya.  Redenominasi Rp1.000 menjadi Rp1, artinya uang pecahan Rp1000 akan disederhanakan menjadi Rp1.  Mudahnya saat anda membaca suatu tabel laporan keuangan, di sana tertera angka (dalam ribuan), ya seperti itulah redenominasi.  Nantinya, uang pecahan rupiah dalam bentuk uang kertas akan dihilangkan tiga digit angka 0 nya.  Contohnya, pecahan uang Rp100.000 menjadi Rp100, uang Rp50.000 menjadi Rp50, uang Rp2.000 menjadi Rp2, dan uang Rp1.000 menjadi Rp1.

Bila dibandingkan dengan negara tetangga atau negara regional lainnya, nilai tukar rupiah termasuk mata uang yang memiliki nilai 0 paling banyak setelah Vietnam.  Nah jumlah 0 yang banyak inilah yang mau disederhanakan oleh Bank Indonesia (BI) dan Pemerintah agar terjadi efisiensi dan kemudahan dalam pengelolaan sistem dan lalu lintas pembayaran nasional.  Bisa dibayangkan dengan penyederhanaan penulisan angka 0 rupiah maka penyusunan dan perhitungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan Nasional (APBD/APBN) menjadi mudah.

Rencana redenominasi Rupiah sebenarnya sudah berlangsung sejak lama, namun selalu berakhir menjadi sebuah wacana saja.  Namun di era pemerintahaan Jokowi, hal tersebut mendapat perhatian serius.  Juga para wakil rakyat yang duduk di Komisi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) yang membidangi ekonomi sudah memberi lampu hijau untuk merealisasikan rencana tersebut.  Pemerintah bersama Bank Indonesia dan DPR RI harus bekerja sama dalam merealisasikan redenominasi rupiah.  Perencanaan redenominasi rupiah yang sistematis, terstruktur dan terencana akan membuat makroekonomi Indonesia lebih kuat, dan kontrol terhadap sistem dan lalu lintas pembayaran nasional menjadi mudah dan cepat dilakukan oleh BI dan PPATK.  Namun, lagi-lagi redenominasi Rupiah butuh persiapan panjang dan matang.

Dengan angka redenominasi rupiah yang baru, sepertinya bila disandingkan dengan mata uang dunia seperti US Dollar, Euro dan Poundsterling, rupiah menjadi kokoh karena nilai yang tidak terpaut jauh.  Sebagai contoh, USD1 sama dengan Rp13,4, EURO1 atau 1 Poundsterling sama dengan Rp15.  Efek domino redenominasi rupiah diharapkan membuat angka inflasi makin kecil, efek psikologis dari setiap kebijakan kenaikan harga atau tarif oleh pemerintah tidak akan terlalu berpengaruh terhadap nilai mata uang rupiah, seperti yang selama ini terjadi.

Bagaimana bila redenominasi rupiah diterapkan sekarang, apakah para pelaku pasar sudah siap menghadapinya? Apakah para pelapak di pasar tradisional sudah sangat siap dengan penerapan tersebut? Apakah para pelaku ekonomi digital sudah siap menerapkan uang eletronik yang sudah diredenominasi? Sekali lagi dibutuhkan perenanaan yang matang dan panjang.

Senin, 05 November 2018

Tutorial Membuat Perjanjian Kredit

Tags

Perjanjian kredit adalah perjanjian pendahuluan atau pokok yang memuat hak dan kewajiban kreditur dan debitur.  Tanpa adanya perjanjian kredit maka tidak akan ada pengikatan agunan sebagai alat penjamin terbayarnya kembali hutang-hutang debitur kepada bank (kreditur).  Berikut tutorial membuat perjanjian kredit baik perjanjian otentik atau di bawah tangan pada umumnya memiliki komposisi sebagai berikut:

Judul

Dalam KUHPerdata dikenal dengan perjanjian khusus atau perjanjian bernama, artinya oleh pembentuk undang-undang sudah diberikan nama, misalnya perjanjian jual beli, perjanjian sewa-menyewa, perjanjian hibah, dan sebagainya.  Namun perjanjian kredit tidak termasuk perjanjian bernama sebagaimana diatur dalam KHUPerdata.  Dalam praktik, judul untuk perjanjian kredit bisa berbeda-beda, misalnya Perjanjian Kredit, Perjanjian Membuka Kredit, Perjanjian Pinjaman, Akta Pengakuan Hutang, dan lain-lain.

Kepala

Yang dimaksud dengan kepala di sini adalah bagian awal dari pembuatan perjanjian, contoh bunyi kepala biasanya :
-        Pada hari ini, Kamis, tanggal 20 Juli 2017, di Bandung, yang bertanda tangan di bawah ini. (Contoh Akta Di Bawah Tangan)
-        Pada hari ini, Kamis, tanggal dua puluh Juli dua ribu tujuh belas (20-07-2017), berhadapan dengan saya, Dermawan SH, Notaris di Bandung, dengan dihadiri oleh para saksi yang saya, Notaris kenal dan yang namanya akan disebut pada bagian akhir akta ini. (Contoh Akta Notariil)

Komparisi

Identitas dan kedudukan para pihak yang membuat perjanjian, di sini data untuk orang wajib KTP, Kartu Keluarga, Surat Nikah, dan untuk badan hukum wajib anggaran dasarnya, KTP Direktur dan Komisaris.

Konsideran atau Pertimbangan

Dalam membuat suatu perjanjian biasanya dapat juga dicantumkan pertimbangan-pertimbangan sebelum mengatur syarat-syarat dan ketentuan yang diuraikan dalam pasal perjanjian, namun pertimbangan tidak selalu ada dalam perjanjian kredit, tergantung materi perjanjian yang akan dibuat, misalnya bahwa debitur dengan surat nomor.. tanggal.. telah mengajukan permohonan kredit ke bank, bahwa dengan surat nomor.. tanggal.. telah memberikan persetujuan kredit kepada debitur sebesar Rp.

Definisi

Biasanya dalam pasal pertama dibuat definisi istilah-istilah tertentu dengan maksud untuk memperjelas istilah kunci yang digunakan dalam perjanjian, misalnya Bank, Kreditur, Debitur, Tanggal Pembayaran, Pelunasan, dan sebagainya.

Isi Pokok Perjanjian

Isi pokok perjanjian sebaiknya mengatur subtansi perjanjian karena memuat isi pokok yang diperjanjikan, mengatur syarat dan ketentuan perjanjian secara rinci, dan pokok perjanjian yang mengandung 3 syarat, antara lain :
a.     Syarat Sensialia, yaitu syarat yang harus ada dalam perjanjian kredit yakni jumlah pinjaman, jangka waktu pinjaman, bunga kredit, tenor kredit, syarat penarikan kredit, tujuan kredit, cara pengembalian, wanprestasi, dan jaminan kredit.
b.     Syarat Naturalia, yaitu ketentuan dalam undang-undang yang dapat dimasukan dalam perjanjian kredit, apabila para pihak tidak memasukan dalam perjanjian maka perjanjian tetap sah, apabila para pihak tidak membuat secara tegas maka undang-undang yang akan melengkapi, jadi para pihak bebas memasukan dalam perjanjiannya, misalnya para pihak tidak memasukan bunga pinjaman, maka bunga menurut undang-undang adalah 6% per tahun.
c.     Syarat Aksidentalia, yaitu syarat yang tidak harus ada dalam perjanjian kredit, misalnya debitur dalam melunasi pinjaman bank, maka debitur dilarang mengajukan lagi pinjaman ke bank lain, hal ini diatur karena agar angsuran pinjaman debitur ke bank menjadi lancar.
Dengan demikian dalam Perjanjian Kredit secara utuh sebaiknya mengatur pasal-pasal sebagai berikut :
-        Pasal yang mengatur tentang jumlah kredit
-        Pasal yang mengatur tentang jangka waktu kredit
-        Pasal yang mengatur tentang bunga kredit
-        Pasal yang mengatur tentang syarat-syarat penarikan/pencairan kredit
-        Pasal yang mengatur tentang penggunaan kredit
-        Pasal yang mengatur tentang pengembalian kredit
-        Pasal yang mengatur tentang agunan kredit
-        Pasal yang mengatur tentang wanprestasi
-        Pasal yang mengatur tentang kewajiban debitur
-        Pasal yang mengatur tentang pembatasan terhadap tindakan
-        Pasal yang mengatur tentang asuransi barang jaminan
-        Pasal yang mengatur tentang pernyataan dan jaminan
-        Pasal yang mengatur tentang perselisihan dan penyelesaian sengketa
-        Pasal yang mengatur tentang keadaan memaksa (force majure)
-        Pasal yang mengatur tentang pemberitahuan dan komunikasi
-        Pasal yang mengatur tentang perubahan dan pengalihan
-       Pasal yang mengatur tentang bagian penutup yang memuat domisi hukum, tempat dan tanggal perjanjian, tanggal mulai berlakunya perjanjian.

Apabila perjanjian kredit sudah selesai dibuat maka para pihak kreditur dan debitur siap melaksanakan akad kredit yang disaksikan oleh Notaris/PPAT.  Demikian tutorial membuat perjanjian kredit, semoga bermanfaat.

Tutorial Singkat Analisis Kredit

Tags

Analisis kredit wajib dilakukan oleh kreditur (pemberi pinjaman) sebelum memutuskan pemberian kredit kepada calon debitur (peminjam).  Umumnya perusahaan yang wajib melakukan ini adalah perbankan, leasing, dan koperasi.  Analisis kredit adalah serangkaian proses kegiatan analisis menyeluruh terhadap calon debitur dan usaha calon debitur terkait kalayakan kredit yang akan diberikan.  Analisis kredit mencakup analisis kualitatif dan kuantitatif.  Singkat cerita analisis kredit dilakukan untuk menilai kelayakan suatu pengajuan kredit.

Cara Menghitung Pajak Penghasilan PPh Pasal 21 untuk Karyawan

Tags

Penghasilan terbesar suatu negara disumbang oleh pajak penghasilan.  Pajak adalah kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang-Undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.  Pajak penghasilan adalah pajak yang dikenakan kepada karyawan yang memiliki penghasilan kena pajak sesuai dengan peraturan perundang-undangan perpajakan.  Karyawan yang sudah memiliki penghasilan kena pajak dan tinggal lebih dari 183 hari di Indonesia maka berstatus sebagai wajib pajak pribadi.  Wajib pajak  adalah orang pribadi atau badan, meliputi pembayar pajak, pemotong pajak, dan pemungut pajak, yang mempunyai hak dan kewajiban perpajakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan.  Pada bagian selanjutnya akan disajikan cara menghitung pajak penghasilan PPh Pasal 21 untuk karyawan.

Kamis, 01 November 2018

Mengenal Kartu Kredit

Tags

Bagi anda yang belum mengenal kartu kredit, di sini akan dibahas apa itu kartu kredit, keuntungan apa saja yang didapat dan hal apa saya yang perlu dihindari agar tidak terjebak utang kartu kredit.
Kartu kredit adalah sebuah kartu yang berisi limit kredit yang dapat digunakan untuk belanja di mana saja sepanjang tertera logo visa dan mastercard.  Apa itu visa dan mastercard ?  Visa dan Mastercard International adalah perusahaan internasional yang menerbitkan kartu kredit secara global.  Dalam praktiknya, Visa dan Mastercard International menggandeng beberapa perusahaan terutama perbankan untuk penerbitan kartu kredit jenis ini.

Kartu kredit bisa dimiliki oleh siapa saja, baik karyawan, pengusaha maupun kalangan profesional. Persyaratan pengajuan kartu kredit untuk karyawan antara lain copy kartu identitas, slip gaji, dan copy kartu kredit bank lain.  Untuk kalangan profesional dan wiraswasta biasanya disyaratkan copy SIUP/TDP/HO dan copy surat ijin praktik.

Kartu kredit memiliki 3 macam yaitu silver, gold dan platinum.  Untuk kartu kredit silver memiliki limit kredit antara IDR3 juta sampai IDR5 juta. Kartu kredit gold memiliki limit kredit antara IDR5 juta sampai IDR25 juta.  Dan kartu kredit platinum memiliki limit kredit diatas IDR25 juta.  Namun jumlah limit kredit tergantung kebijakan masing-masing bank/perusahaan penerbit.

Beberapa fitur yang ditawarkan kartu kredit bisa digunakan berbelanja di merchant atau supermarket online dan offline yang menerima logo visa dan mastercard.  Aneka diskon ataupun gratis iuran tahunan menjadi pelengkap fitur kartu kredit.  Pembayaran berbagai tagihan listrik, telpon, cicilan kredit. Untuk pembayaran kartu kredit baik full maupun minimum payment bisa menggunakan auto debit atau langsung ke teller bank yang bersangkutan.


Hal yang perlu anda hindari agar tidak terjebak utang kartu kredit adalah jangan menggunakan limit kartu kredit sampai over.  Bayarlah cicilan kartu kredit secara tepat waktu atau minimum payment apabila benar-benar minim cash.  Hindarilah berutang dengan menambah kartu kredit baru dengan maksud untuk melunasi kartu kredit yang sekarang.  Demikian beberapa hal yang bisa disajikan bagi anda yang ingin mengenal kartu kredit.  Semoga bermanfaat bagi anda yang berniat ingin memiliki kartu kredit.