Selasa, 28 Agustus 2018

Beragam Kredit Bank

Tags

Keterbatasan finansial yang dialami masyarakat akan membuka jalan menuju pencarian pinjaman.  Kebutuhan akan biaya hidup, biaya sekolah, biaya konsumtif, biaya liburan, dan kebutuhan lainnya kadang tidak cukup dana untuk memenuhinya.  Keadaan seperti inilah dijadikan peluang oleh pihak lain untuk memberi kredit kepada mereka yang membutuhkan.  Pihak yang memberi kredit umumnya dilakukan perusahaan perbankan, leasing, dan koperasi.  Sebagai masyarakat yang membutuhkan kredit, perlu mengetahui beragam kredit yang tersedia agar tidak salah dalam mengambil keputusan.  Kredit yang sedianya akan mengurangi beban, bukan malah berbalik arah semakin menambah beban masyarakat.  Untuk itu, lakukanlah kalkulasi dengan matang dan tentukan jenis kredit yang akan diajukan.  Harap diperhatikan bahwa pengajuan kredit lewat bank atau leasing harus melewati proses BI checking untuk mengetahui apakah pemohon memiliki kredit dalam status lancar atau tidak.  Berikut beragam kredit yang perlu Anda tahu.

Kredit Pemilikan Rumah

Kredit pemilikan rumah adalah kredit yang diberikan kepada pemohon yang hendak membeli rumah namun memiliki keterbatasan dana.  Biasanya pemohon memiliki dana untuk uang muka pembelian rumah, dan kekurangan pembayaran akan ditanggung oleh bank lewat mekanisme kredit pemilikan rumah.  Rumah yang dibeli bisa berada di perumahan atau di kampung.  Kredit pemilikan rumah biasanya mensyaratkan kelengkapan legalitas rumah dan tanah yang dibeli, seperti sertifikat hak milik dan ijin mendirikan bangunan. 
Umumnya perbankan mensyaratkan uang muka minimal 20% sampai 30% untuk kredit pemilikan rumah. Rumah yang bisa dibiayai lewat kredit pemilikan rumah perbankan bisa rumah baru maupun rumah second.  Dalam memutuskan pengajuan kredit rumah, harus diperhatikan ada atau tidak ada asuransi, karena asuransi sangat penting untuk kelancaran pembayaran ke depan apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan baik terhadap pemohon maupun terhadap objek yang menjadi agunan kredit.  Untuk tenor kredit, biasanya kredit pemilikan rumah memiliki tenor yang lebih lama bisa sampai 25 tahun.

Kredit Pemilikan Mobil/Motor

Kredit pemilikan mobil/motor adalah kredit yang diberikan kepada pemohon yang ingin membeli mobil/motor namun memiliki keterbatasan dana.  Mobil/motor yang dibeli bisa berupa mobil/motor baru atau second, baik dari dealer maupun perorangan.  Biasanya pemohon menyiapkan sejumlah dana untuk uang muka, kemudian pihak bank atau leasing akan melunasi kekurangan pembayaran dari harga jual lewat skema kredit.  Uang muka yang ditentukan bank atau leasing minimal 10% dan maksimal 90%.  Dalam memilih kredit mobil/motor, usahakanlah dicover asuransi all risks (kerusakan dan kehilangan).  Untuk tenor kredit, biasanya sampai jangka waktu 5 tahun.

Kredit Multiguna

Kredit multiguna adalah salah satu kredit konsumtif yang diberikan kepada pemohon yang sudah memiliki agunan milik sendiri dan akan digunakan untuk tujuan konsumtif.  Agunan kredit bisa berupa buku pemilik kendaraan bermotor, sertifikat tanah/rumah, dan sertifikat deposito.  Pihak bank akan memberi plafon kredit maksimal 80% dari nilai pasar agunan. Untuk kredit multiguna biasanya memiliki tenor hingga 15 tahun.  Kredit multiguna yang dipilih harus dicover asuransi, baik asuransi jiwa maupun asuransi kebakaran/kehilangan.

Kredit Tanpa Agunan (KTA)

Kredit Tanpa Agunan adalah kredit yang diberikan kepada pemohon tanpa agunan.  Kredit ini diperuntukan untuk tujuan konsumtif dan kebutuhan tak terduga (mendesak). Biasanya kredit jenis ini diberikan kepada karyawan atau profesional yang sudah menjalin kerjasama dengan pihak bank, sehingga pembayaran cicilan lewat pemotongan gaji tiap bulan.  Kredit jenis ini biasanya memiliki tenor maksimal 3 tahun dengan suku bunga kredit yang tinggi mencapai 3% per bulan.

Kartu Kredit

Kartu kredit sudah dikenal luas oleh masyarakat dunia.  Kartu kredit diperuntukan untuk tujuan konsumtif dan dana siaga. Penerbit kartu kredit adalah Visa dan Master Card International.  Lembaga ini bekerja sama dengan pihak bank dalam menyalurkan kartu kredit dengan berbagai persyaratan yang ketat.  Kartu kredit diberikan oleh pihak bank kepada pemohon yang sudah memenuhi syarat dari segi penghasilan dan karakter. 
Kartu kredit biasanya mewajibkan iuran tahunan kepada pemegangnya dan juga mematok suku bunga cukup tinggi.  Kartu kredit biasanya terdiri dari 3 jenis, yaitu kartu kredit silver, kartu kredit gold, dan kartu kredit platinum.  Perbedaan ketiga jenis kartu kredit tersebut adalah di jumlah limit yang diberikan bank. Kartu kredit silver biasanya memiliki limit IDR 3 juta sampai IDR 5 juta, kartu kredit gold biasanya memiliki limit kredit diatas IDR 5 juta, dan kartu kredit platinum biasanya memiliki limit kredit diatas IDR 30 juta.  Perhatikan dalam pemakaian kartu kredit tidak boleh over limit ( lebih dari 80%), dan pembayaran kartu kredit harus tepat waktu dengan minimum payment 10% dari limit pemakaian.

Sebrakan

Sebrakan adalah jenis kredit yang diberikan oleh bank kepada pemohon dalam jumlah tertentu dan mewajibkan penarikan dana pencairan seluruhnya di depan.  Sebrakan memiliki suku bunga kredit relatif tinggi dengan tenor maksimal 3 tahun.  Kredit ini diperuntukan untuk tujuan modal usaha.

Pinjaman Rekening Koran (PRK)

Pinjaman rekening koran biasanya diperuntukan untuk modal usaha.  Kredit jenis ini mensyaratkan adanya agunan.  Sifat kredit ini dapat diperpanjang karena tenor hanya maksimal 1 tahun.  Plafon yang diberikan bisa mencapai miliaran rupiah. Penarikan pinjaman jenis ini dapat dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan.  Suku bunga yang diberikan pun relatif rendah.  Usahakan mencari pinjaman jenis ini yang sudah dicover asuransi.

Minggu, 05 Agustus 2018

Andalkan Keuangan Anda dengan BOPO

Tags

Anda tentu mengenal peribahasa “Lebih besar pasak daripada tiang”. Suatu keadaan dimana pengeluaran Anda lebih besar daripada pendapatan. Bila hal ini terjadi, yang dirasakan pasti hidup tidak tenang, merasa dikerja-kejar waktu, hingga pada permasalahan internal rumah tangga. Apabila Anda tidak ingin mengalami keadaan keuangan seperti ini, maka andalkan keuangan Anda dengan BOPO.

Apa itu BOPO?  BOPO adalah rasio perbandingan antara Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional.  Perbandingan ini menggunakan rasio persentase, dimana semakin besar persentasenya maka posisi keuangan Anda dipastikan tidak sehat alias bermasalah. Persentase BOPO yang wajar adalah sekitar 30% - 50%.


Dalam konteks perencanaan keuangan keluarga, penghasilan suami istri bila dijumlahkan akan menghasilkan angka pendapatan operasional (secara sederhananya). Namun berbeda konteksnya apabila di dalam perusahaan. Di sini akan diulas lebih jauh dalam konteks perencanaan keuangan pribadi dan keluarga, pos-pos apa saja yang termasuk pendapatan operasional dan biaya operasional. 

Pendapatan operasional sudah jelas merupakan jumlah penghasilan yang diterima suami istri dalam sebulan, berupa gaji apabila karyawan, laba usaha apabila pengusaha, dan tarif jasa profesi (dokter dan pengacara). Sedangkan, biaya operasional adalah biaya yang dikeluarkan pribadi dan atau rumah tangga keluarga dalam sebulan seperti biaya hidup dan biaya cicilan termasuk biaya sekolah.  Bagaimana dengan biaya liburan atau piknik? Ya ini salah satu pos biaya non operasional yang tidak wajib dilakukan, tergantung kondisi keuangan bulan berjalan apakah ada sisa dana atau tidak.

Setelah mengetahui pos biaya dan pendapatan operasional di atas, maka Anda bisa dengan cerdas dan fleksibel mengelolanya.  Dengan senjata BOPO tadi yaitu dengan tingkat persentase berkisar antara 30% sampai 50%,  DIJAMIN keuangan pribadi dan keluarga Anda akan sehat selalu. Jadi kendalikanlah pengeluaran Anda, dan tingkatkanlah pendapatan Anda.

Sabtu, 04 Agustus 2018

Pentingnya Service Quality

Tags

Dalam lingkungan bisnis yang berubah sangat cepat, pengaruh kualitas layanan terhadap kepuasan konsumen menjadi fokus perhatian para pelaku bisnis. Kualitas layanan yang diharapkan memainkan peran penting di dunia industri era milenial.  Kualitas layanan merupakan variabel penentu untuk menciptakan kepuasan dan loyalitas konsumen.  Loyalitas yang dimaksud disini adalah minat konsumen untuk menggunakan kembali produk dan jasa di masa yang akan datang.

Konsumen yang puas belum tentu akan loyal kepada produk dan jasa Anda.  Namun kualitas layanan mempengaruhi kepuasan nasabah dan keputusannya untuk menggunakan kembali produk dan jasa Anda di masa mendatang.  Kualitas layanan adalah tentang pemenuhan kebutuhan dan persyaratan konsumen, dan seberapa baik tingkat kualitas layanan yang dikirim memenuhi harapan konsumen.

Salah satu cara untuk mencapai kualitas layanan prima kepada konsumen, para pelaku bisnis harus memperhatikan relasi dengan konsumen.  Relasi yang baik dengan konsumen merupakan salah satu kunci sukses perusahaan.  Berdasarkan riset, konsumen mengubah keputusan terhadap produk dan jasa hanya karena masalah buruknya layanan.  Masalah buruknya layanan menunjukan perusahaan kurang serius pada hal ini.

Ada beberapa prinsip yang mendasari konsep kualitas layanan, antara lain kualitas layanan sulit dievaluasi daripada kualitas produk.  Kualitas layanan didasarkan pada persepsi konsumen tentang hasil layanan dan evaluasi konsumen tentag proses di mana layanan itu diberikan.  Persepsi kualitas layanan adalah hasil dari perbandingan antara apa yang konsumen harapkan dari layanan dengan apa konsumen terima dari layanan tersebut.

Kualitas layanan memiliki beberapa dimensi antara lain responsivness, empathy, assurance, reliability, dan tangible.  Responsiveness adalah perusahaan cepat tanggap dalam melayani konsumen, memperhatikan apa yang mereka katakan dan rasakan.  Empathy adalah kemampuan perusahaan untuk merasakan dari sisi konsumen.  Assurance adalah keamanan yang diberikan kepada konsumen pada saat melakukan transaksi bisnis.  Reliability adalah kemampuan perusahaan untuk menjaga kepercayan yang sudah diberikan konsumen.  Dan Tangible adalah fasilitas yang diberikan kepada konsumen baik fasilitas peralatan maupun fasilitas non peralatan.

Evaluasi kualitas layanan dapat diperhatikan dari petunjuk yang diberikan oleh konsumen setelah menggunakan produk dan jasa Anda, seperti pembelian kembali, menyatakan perasaannya akan loyal, memberikan kesan yang positif terhadap produk dan jasa.  Secara spesifik, beberapa pelaku bisnis melakukan kuisioner, interview, membuka kotak saran dan pengaduan untuk mendapatkan feedback dari konsumen.  Namun cara-cara seperti ini jangan sampai mengganggu privasi konsumen, karena bisa saja terjadi konsumen pindah ke produk dan jasa lain karena keliru dalam cara mendapatkan feedback konsumen.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kualitas layanan akan memberi dampak kepada perusahaan baik positif maupun negatif.  Dampak positif berupa konsumen akan puas dan loyal kepada produk dan jasa perusahaan.  Sebaliknya, dampak negatif berupa kekecewaan konsumen terhadap produk dan jasa perusahaan sehingga tidak mau lagi menggunakan produk dan jasa tersebut.  Oleh karena itu, tinggi rendahnya kualitas layanan yang diberikan akan berbalik pada kenaikan ataupun penurunan citra perusahaan dan citra produk.

Kamis, 02 Agustus 2018

Bisnis Berburu Lahan

Tags

Bisnis berburu lahan di ibukota baru Indonesia seakan menjadi trending topic nasional.  Calon lokasi ibukota baru negara Indonesia ialah kota Palangka Raya dan sekitarnya.  Dengan luas wilayah mencapai 2.600 km persegi, Palangka Raya masih menyimpan banyak lahan kosong berupa hutan belantara dan sungai, yang bisa digunakan sebagai lokasi ibukota baru Indonesia.  Jumlah penduduk yang belum begitu padat sekitar 200 ribu an jiwa, menjadi awal yang bagus buat membangun ibukota baru sebagai pusat pemerintahan, pusat layanan publik guna memajukan Indonesia dan kesejahteraan warganya.

Dalam berbagai wawancara dengan pemerintah pusat yang diberitakan harian berita lokal dan nasional, dibutuhkan sekitar 300 ribu sampai 500 ribu hektar lahan untuk ibukota baru.  Dengan luas lahan 300 ribu – 500 ribu hektar yang setara dengan 3000 – 5000 kilometer persegi, kota baru benar-benar akan dibangun serba baru, karena lahan yang masih berbentuk hutan belantara.


Rencananya, lokasi lahan tersebut akan membentang di tiga kota/kabupaten yaitu Kota Palangka Raya, Kabupaten Kasongan, dan Kabupaten Gunung Mas.  Jika luas yang dibutuhkan sesuai dengan rencana pemerintah sebesar 3000 – 5000 kilometer persegi, maka irisan lahan ibukota baru akan menjadi  1000 – 1667 kilometer persegi per kabupaten/kota di 3 kabupaten/kota tersebut.

Berbicara mengenai irisan lahan di lokasi ibukota baru tersebut, tentu menjadi peluang bisnis bagi investor untuk berburu lahan.  Adu cepat antara investor dan pemerintah dalam mengkavling lahan tersebut, seakan membuka persaingan antara pemerintah dan swasta, dimana di satu sisi pemerintah ingin menekan biaya pembangunan, tapi di sisi lain investor swasta ingin mendapat keuntungan dari investasi kepemilikan lahan tersebut.